Alasan Kenapa Generasi Milenial Malas Bekerja di Kantor
Back

Alasan Kenapa Generasi Milenial Malas Bekerja di Kantor

Pada 2020, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi berupa peningkatan kelompok kerja produktif yang didominasi generasi milenial. Maka, penting bagi perusahaan untuk memahami generasi ini untuk memenangkan persaingan mendapatkan kandidat.

Generasi milenial adalah mereka yang saat ini rata-rata berusia sekitar 21-29 tahun. Mereka adalah anak-anak muda yang akrab dengan teknologi komunikasi instan, seperti SMS, email, dan media sosial.

Interaksi sosial yang tanpa batas melalui internet, membuat generasi ini lebih berani berbicara daripada generasi sebelumnya. Mereka fleksibel, serta tidak berorientasi materi. Yang terpenting bagi mereka adalah solidaritas, kebersamaan, eksistensi, dan fasilitas.

Namun, generasi milenial memiliki kecenderungan malas bekerja di kantor. Berikut alasan mengapa generasi milenial malas bekerja di kantor.

Mereka Menganggap Sistem Kerja Tradisional Tidak Menarik

Sistem kerja yang dominan saat ini menuntut karyawan untuk bekerja minimal 8 jam selama lima hari di kantor. Selain itu, keterlambatan atau ketidakhadiran tentu saja membawa dampak pemotongan uang kehadiran. Bagi generasi milenial, sistem kerja usang seperti itu sangat tidak menarik. Belum lagi, mereka dituntut untuk berseragam dan tidak bisa mengekspresikan gaya masing-masing. Bagi generasi milenial, sesuatu yang tidak substansial dan efisien tidak terlalu penting untuk dilakukan. Itulah kenapa banyak perusahaan startup, saat ini, memberikan aturan fleksibel khususnya dari segi kehadiran dan gaya berpakaian. Mereka menyadari bahwa lebih penting melihat produktivitas dibanding aturan-aturan yang menghambat performa karyawan.

Mereka Fokus pada Passion Dibandingkan Uang

Bagi generasi milenial, uang bukanlah segalanya. Dalam mencari pekerjaan, misalnya, mereka juga mempertimbangkan passion serta bagaimana perusahaan bisa membuat mereka berkembang. Tak heran, mereka lebih suka pada perusahaan yang memiliki budaya dinamis. Apalagi, jika perusahaan tersebut memiliki ruang kantor yang bagus dan bisa dipamerkan di media sosial.

Mereka Mementingkan Work-Life Balance

Generasi milenial menganggap pekerjaan bukanlah segalanya. Hal ini disebabkan mereka lebih suka menghabiskan waktunya dengan berinteraksi bersama teman, keluarga, atau melakukan hobi. Bagi mereka, kualitas hidup dan pekerjaan harus sama baiknya. Tak heran, mereka lebih tertarik membangun bisnis sendiri atau bekerja di bidang lifestyle.

Mereka Menginginkan Ruang Bebas

Dengan akses informasi yang luas, pikiran milenial jauh lebih terbuka dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka bukan tipe orang yang hanya mengangguk apabila mendapatkan perintah. Bagi mereka, mesti ada alasan yang jelas dalam melakukan sesuatu sehingga bisa memicu semangat mereka. Sifat kritis inilah yang membuat mereka membutuhkan ruang bebas yang tidak terikat pada perintah atasan.

Comments (0)
Berikan Komentar Anda