Tes Kecerdasan Sosial Kandidat dengan Pertanyaan Berikut
Back

Tes Kecerdasan Sosial Kandidat dengan Pertanyaan Berikut

Saat ini, tren perekrutan telah mengalami perubahan. Lebih dari sekadar kecerdasan intelejen (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), banyak perusahaan yang mempertimbangkan kecerdasan sosial dalam merekrut kandidat.

Perusahaan yang baik, tentu harus dapat mengoptimalkan produktivitas karyawan di tengah keragaman lingkungan dan budaya. Untuk itu, pada proses merekrut kandidat, kecerdasan sosial bisa jadi pertimbangan penting dalam memastikan budaya kerja yang telah berjalan semakin dinamis dan produktif.

Ada lima pertanyaan yang bisa Anda ajukan untuk mengukur kecerdasan sosial kandidat.

Bagaimana Anda Berhasil Bekerja Secara Cross-Fungsional dengan Tim Lain?

Menurut survei, hanya 55 persen kandidat yang berhasil berkolaborasi secara efektif dan efisien dengan lintas departemen. Untuk melakukan itu, diperlukan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang baik. Maka, jawaban kandidat pada pertanyaan ini sangat menentukan kecerdasan sosialnya. Kandidat yang baik akan menunjukkan bahwa ia menikmati bekerja dengan beragam orang melalui jawabannya. Bahkan, ia juga berusaha melakukan pendekatan berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan yang beririsan dengan banyak orang.

Bagaimana Cara Anda Berhasil Beradaptasi dengan Lingkungan Baru? 

Seorang yang memiliki kecerdasan sosial tentu saja dapat melakukan berbagai hal untuk mengakomodir kebutuhan orang lain. Ia bahkan rela mengubah aspek fisik, emosional, atau mental dalam berinteraksi dengan orang dari kebudayaan lain. Misalnya, ia memilih membungkuk dari pada berjabat tangan saat bertemu orang Jepang. 

Pernahkah Anda Memiliki Persepsi Budaya Berbeda yang Terbukti Salah? 

Pertanyaan ini akan menguji seberapa besar kecerdasan sosial seseorang. Mereka yang memiliki kecerdasan sosial yang baik, akan mengingat kesalahannya dan tertawa seolah menganggap itu sebagai pengalaman lucu. Sedangkan mereka yang memiliki kecerdasan sosial rendah akan defensif dan cenderung kasar pada pertanyaan ini. 

Ceritakan Tentang Latar Belakang Budaya Anda 

Dengan meminta kandidat menceritakan latar belakang budayanya, Anda bisa sekaligus bertanya pendapatnya mengenai, apakah latar belakang budaya kandidat membuatnya kesulitan berkembang atau tidak. Jika ia bisa relaks dalam bercerita, artinya ia terbuka dan menyadari bahwa seseorang memerlukan adaptasi untuk berkembang.

Comments (0)
Berikan Komentar Anda