Change Fatigue pada Karyawan dan Cara Mengatasinya
Back

Change Fatigue pada Karyawan dan Cara Mengatasinya

Peningkatan performa perusahaan adalah salah satu faktor utama peningkatan revenue perusahaan. Namun, sering kali karyawan justru sulit menunjukkan performa terbaiknya seiring tekanan yang semakin meningkat.

Seiring perubahan zaman, banyak penyakit bermunculan pada karyawan, salah satunya adalah change fatigue. Penyakit ini disebabkan oleh ketidakmampuan karyawan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Dari hasil survei yang dikutip  PortalHR, dampak miris dari penyakit ini adalah 41% karyawan kelelahan dengan perubahan yang terjadi, dan 35% memilih tetap bertahan sebab tidak ada pilihan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Towers Watson mengadakan penelitian yang melibatkan 30 partisipan dari berbagai negara. Hasilnya, ada beberapa solusi yang diterapkan oleh organisasi, yakni peningkatan gaji, bonus, dan jenjang karier. Namun, masalahnya perusahaan tidak mampu mengakomodir seluruhnya.

Menurut Jennifer Frei, Direktur Asia Pasific Practice, perusahaan dapat menerapkan korelasi yang baik antara departemen HR dan marketing. Ia mengatakan, sales pun dapat bekerja baik apabila budaya perusahaan mampu mendorong produktivitasnya.

Jennifer lebih jauh menjelaskan, prinisp terbaiknya adalah measures should drive focus and carry a meaningful reward for performance. Ia berpendapat, ambang batas kinerja sales setiap industri berbeda-beda.

Faktor-faktor dominan dalam organisasi dapat mengukur performa terbaik, seperti kemampuan menjual. Dengan penghargaan (reward) dalam penjualan, akan merangsang kemampuan negosiasi sales. Jenis-jenis komisi atau insentif target juga dapat menjadi alternatif. Namun, pastikan strategi ini dapat teraplikasi secara optimal.

Comments (0)
Berikan Komentar Anda