Sibuk VS Produktif
Back

Sibuk VS Produktif

Orang yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik bisa dikatakan sebagai orang yang produktif. Namun, sering kali kita beranggapan mereka yang terus mengangkat telepon, membalas banyak email, dan kerja tanpa henti sebagai orang produktif.

Ternyata, sibuk bekerja bukanlah indikator utama produktivitas. Morgan Spurlock, pembuat film, presiden sekaligus pendiri Warrior Poets Entertainment, dalam tulisannya di LinkedIn mengatakan, “Saya tidak tahu kapan ini terjadi. Tapi, saat ini kita yakin menjadi sibuk adalah hal baik bagi kita.”

Bagi Spurlock dan timnya, tidak ada istilah ‘sibuk’. Ia justru mengganti kata sibuk dengan produktif. Ia menambahkan, perbedaan antara sibuk dan produktif pada dasarnya sangat terasa.

Ia bertutur, sibuk dapat digambarkan dengan orang-orang yang kewalahan mengerjakan banyak hal atau tidak punya waktu mengerjakan hal lain. Sementara produktif, lanjutnya, menggambarkan lingkungan yang penuh tujuan, baik pribadi dan profesional, dan berorientasi kepada hasil.

Ia mengibaratkan, orang produktif adalah mereka yang lebih fokus menghasilkan sesuatu daripada mengerjakan sesuatu.

Pada dasarnya, untuk menjadi produktif bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa metode dalam bekerja. Yang pertama adalah membuat skala prioritas dalam pekerjaan.

Coba bandingkan. Seorang yang punya target menyelesaikan tiga pekerjaan dan seorang yang ingin mengerjakan banyak hal.

Mereka yang sudah menentukan prioritas akan fokus menyelesaikan tanggung jawab utamanya. Sedangkan mereka yang tidak, justru akan melompat-lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dengan hasil tidak menyelesaikan apa pun.

Pembagian prioritas ini akan menjadikan seseorang justru bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Misalnya, 3 prioritas itu selesai pada siang hari, sisa waktu justru bisa dimanfaatkan mengerjakan 2 pekerjaan tambahan.

Kedua adalah fokus pada satu pekerjaan saja. Jadi, jika Anda merasa hebat ketika menjadi multitasking, bisa jadi Anda justru adalah pekerja yang buruk.

Menurut penelitian, seseorang yang terus dibombardir dengan banyak pekerjaan justru akan sulit memusatkan perhatian, mengingat informasi, dan bahkan, menurut riset University of London, mengalami penurunan IQ.

Ketiga adalah strategi dalam mengambil keputusan. Jadi, orang produktif akan mengatakan “ya” dengan penuh pertimbangan. Sedangkan orang sibuk akan mengatakan “ya” pada semua hal.

Bagi orang produktif, kata “ya” adalah kata keramat. Mereka akan mempertimbangkan dampak serta potensi tanggung jawab yang justru membantu mereka mencapai tujuan utama.

Jadi, apabila Anda dihadapkan pada suatu tugas, cobalah minta rincian yang lebih detail mengenai tenggat waktu, tingkat kesulitan, dan risiko dari tanggung jawab tersebut.

Comments (0)
Berikan Komentar Anda