Cara Mengoptimasi Generasi X,  Y, Z di Perusahaan
Back

Cara Mengoptimasi Generasi X, Y, Z di Perusahaan

Anda yang berkecimpung di bidang human resources (HR), tentu punya tantangan untuk mengoptimasi karyawan. Salah satunya dengan cara mengenal karakter mereka. Mengenal karakter seseorang bisa dilakukan lewat banyak pendekatan. Salah satunya melalui pengenalan karakter secara umum berdasarkan teori generasi.

Perubahan zaman serta tantangannya membuat banyak perbedaan karakter pada setiap generasi manusia. William Strauss dan Neil Howe, dua orang pencetus teori generasi, membagi generasi berdasarkan kondisi zaman pada beberapa bagian waktu. Tiga di antaranya, yakni generasi x, y, dan z. Ketiganya merupakan generasi yang saat ini produktif dalam aktivitas ekonomi.

Generasi X (Lahir Tahun 1965-1980)

Generasi ini mulai bekerja pada era tahun 1990an. Pada era itu, terjadi perubahan besar di bidang ekonomi, kemasyarakatan, kebudayaan, serta transformasi industri.

Jane Deverson, Jurnalis Inggris, penulis buku Generation X, mengungkapkan, sebagian generasi ini menujukkan perilaku tak hormat kepada orang tua. Generasi ini lahir pada masa awal penggunaan personal komputer, video games, televisi kabel, dan internet.

Generasi x memiliki kecenderungan mandiri dalam berpikir. Hanya saja, lantaran kurang mandiri secara ekonomi, mereka jadi kurang konkret dalam beraksi.

Baca juga: Anda Bisa Melakukan 5 Hal Ini agar Pulang Kantor Tepat Waktu

Generasi Y (Lahir Tahun 1981-1994)

Generasi yang dijuluki generasi milenial ini rata-rata berusia sekitar 21 tahun hingga hampir 40 tahun. Mereka adalah anak-anak muda yang akrab dengan teknologi komunikasi instan, seperti SMS, email, dan media sosial.

Interaksi sosial yang tanpa batas melalui internet, membuat generasi ini lebih berani berbicara daripada generasi sebelumnya. Mereka fleksibel, serta tidak berorientasi materi. Yang terpenting bagi mereka adalah solidaritas, kebersamaan, eksistensi, dan fasilitas

Tak heran, banyak perusahaan start up yang karyawannya didominasi generasi y, paham atas kebutuhan mereka. Para perusahaan itu menekankan faktor kenyamanan, fasilitas, dan dekorasi kantor yang bagus untuk meningkatkan motivasi karyawannya.

Generasi Z (Lahir Tahun 1995-2010)

Generasi ini disebut sebagai iGeneration. Meskipun mirip dengan generasi y, mereka lebih mampu mengaplikasikan banyak kegiatan dalam satu waktu.

Kebiasaan bersentuhan dengan dunia maya, membuat generasi z lebih ekspresif dan toleran. Dan, mereka juga dianggap sangat peduli lingkungan.

Dalam urusan kerja, generasi z adalah fast switcher. Mereka bisa dengan mudah berpindah-pindah pekerjaan dan pemikiran.

Di luar generalisasi berdasarkan generasi, manusia tetaplah mahluk kompleks. Perlu penggalian yang lebih intensif untuk mengenal karakter mereka. Tetapi, paling tidak teori generasi ini bisa jadi acuan sederhana untuk mengoptimasi calon karyawan.

Comments (0)
Berikan Komentar Anda