Lakukan Ini agar Bisa Lebih Cepat Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Tahun baru biasanya selalu diikuti dengan resolusi baru. Salah satunya, mungkin pencapaian baru. Hal itu, terkadang mendorong kita untuk mencari pekerjaan baru sebagai betuk peningkatan karier.

Terkadang, pekerjaan baru membawa dua hal sekaligus, yakni kesenangan dan tantangan. Lingkungan yang berbeda tentu menuntut kita untuk bisa beradaptasi secara cepat. Sebab bila tidak, performa kita tidak akan terlihat pada masa percobaan sebelum pengangkatan sebagai karyawan tetap.

Adaptasi merupakan kuncinya. Jika Anda, saat ini, tengah berada pada perusahaan baru, Anda bisa melakukan tips berikut untuk mempercepat proses adaptasi seperti ditulis IDTechinAsia berikut.

Membagi Pekerjaan

Pasti akan ada pekerjaan yang asing di tempat baru, dan terkadang itu membuat Anda kesulitan. Maka, untuk menyelesaikan persoalan itu Anda perlu membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui memulai pekerjaan dari bagian mana.

Setelah itu, Anda bisa memberi ukuran pekerjaan dari yang tersulit hingga termudah. Pisahkan juga bagian paling penting dan paling tidak penting. Setelah itu, mulai selesaikan dengan pendekatan yang paling mudah Anda lakukan.

Mencatat di Daftar Pekerjaan

Terkadang, dalam menyelesaikan suatu pekerjaan kita bisa menghabiskan banyak waktu. Hal itu membuat pekerjaan lain terlupakan sehingga semakin menumpuk. Padahal, sebenarnya pekerjaan tersebut tidak perlu dikerjaan dengan waktu yang lama.

Penyebab hal itu, salah satunya adalah lantaran Anda tidak membuat daftar pekerjaan. Dengan membuat daftar pekerjaan, Anda tahu berapa banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan dalam satu hari. Pastikan juga Anda menambahkan target waktu pengerjaan dalam setiap daftar.

Pelajari Sesuatu Secara Bertahap

Pekerjaan baru terkadang menuntut Anda memiliki keahlian baru. Sering kali, itu membuat Anda memaksakan diri untuk belajar secara cepat. Padahal, metode terbaik untuk mempelajari hal baru adalah lakukan secara bertahap.

Menurut Benedict Carey, penulis buku How We Learn: The Surprising Truth About When, Where, and Why It Happens, kamu bisa menyiram halaman sekali seminggu selama 90 menit, atau tiga kali seminggu selama 30 menit. Ternyata, cara kedua justru bisa membuat halamanmu lebih subur.

Fokus pada 20 Persen yang Terpenting

Tahukah Anda, 20 persen hal terpenting akan sangat mempengaruhi 80 pesen sisanya. Maka, penting bagi Anda menentukan 20 persen terpenting sehingga bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan persoalan. Ibaratnya, untuk menguasai gitar Anda tidak hanya perlu mempelajari akor. Tetapi, dengan mempelajari akor, Anda sudah bisa memainkan banyak lagu.

Learning by Teaching

Metode learning by teaching dicetuskan oleh Jean-Pol Martin, seorang ilmuwan asal Perancis. Ia percaya, dengan mengajarkan kepada orang lain Anda akan dapat lebih mudah mempelajari ilmu baru. Sebagai tambahan, Anda juga akan mendapatkan rasa percaya diri Anda meningkat.

 

Baca
Lakukan Ini untuk Meyakinkan Perusahaan Anda Siap Menjadi Manager

Anda tentu saja ingin mengalami peningkatkan karier dalam pekerjaan. Apalagi, jika selama ini Anda telah melalui pengalaman yang panjang dan penuh kerja keras. Hanya saja, terkadang keberuntungan belum berpihak kepada Anda, sehingga karier Anda belum mengalami peningkatan.

Ketika Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya Anda tidak pasrah menerima keadaan. Anda harus berusaha memperbaiki karier Anda dari seorang eksekutor menjadi seorang yang terlibat pada jabatan manajerial. Menurut laman The Muse, setidaknya ada upaya-upaya yang bisa Anda lakukan untuk meyakinkan perusahaan bahwa Anda siap menjadi manajer sebagai berikut.

Tunjukkan Pengalaman

Tugas seorang manajer bukan sekadar mengatur staf di bawahnya. Lebih dari itu, seorang manajer harus bisa memimpin, memberikan pelatihan, membuat presentasi, mengembangkan kebijakan atau proses kerja, mewawancara dan merekrut karyawan, membuat jadwal, dan memantau proyek hingga selesai dengan baik.

Jika selama bekerja Anda sudah melakukan beberapa hal tersebut, maka pada dasarnya Anda sudah siap menjadi manajer. Jadi, Anda bisa menjual pengalaman tersebut kepada perusahaan, baik secara verbal maupun dalam curriculum vitae Anda.

Tunjukkan Keahlian Teknis

Seorang yang siap menjadi manajer pasti memiliki keahlian dalam bidang yang ia tekuni. Ia juga mesti memiliki pemahaman perihal pekerjaan, departemen, serta bagaimana mengorganisir tim untuk mencapai target.

Maka, penting bagi Anda untuk memahami semua hal tersebut, sehingga langkah Anda menjadi manajer terbuka. Pastikan Anda juga menuliskannya di profil LinkedIn Anda, dan buatlah daftar keahlian yang Anda miliki. Jangan lupa untuk menjelaskan ragam industri yang pernah Anda geluti sebagai penambah daya tarik.

Berinvestasi pada Pendidikan

Jika Anda merasa belum siap menjadi manajer, alternatif yang bisa Anda pilih adalah mengambil pendidikan manajemen atau sertifikasi. Selain melalui bangku kuliah, Anda juga bisa mengambil pelatihan atau materi-materi yang berada di internet.

Paling tidak, melihat betapa aktif Anda dalam berusaha, maka perusahaan akan memberikan Anda nilai plus sebagai seorang yang mau belajar.

Jelaskan Jika Anda Sudah Siap

Ketika Anda diwawancara perusahaan atau ketika mengajukan diri ke atasan, pasti Anda akan ditanya mengapa ingin melangkah ke jabatan manajerial. Maka, sebaiknya Anda sejak jauh hari, bertanya pada diri sendiri, hal apa yang membuat Anda terdorong ke sana. Jelaskan secara meyakinkan sehingga perusahaan tak ragu pada keinginan Anda.

Baca
Menjadi Pemimpin yang Bisa Menjadi Sumber Motivasi Karyawan

Kesuksesan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan. Maka, penting untuk membangun sebuah tim yang solid dan produktif. Tak heran, banyak perusahaan yang berkembang bergerak di bawah kepemimpinan yang baik.

Menurut IDTechinAsia, seorang manajer dan pemimpin memiliki perbedaan. Manajer hanya bertugas memastikan bahwa perusahaan berjalan lancar, sementara pemimpin memiliki tanggung jawab lebih dari itu. Pemimpin adalah orang yang membantu perusahaan berkembang dengan cara memotivasi karyawannya.

Menjadi pemimpin yang baik, tentu saja bukan hal mudah. Beragam karakter dan kemampuan karyawan, menuntut seorang pemimpin harus bisa beradaptasi dan mendorong perubahan. Dan, untuk melakukan hal itu, tentu seorang pemimpin harus bisa memotivasi dan menginspirasi. Setidaknya, bebarapa hal berikut bisa membantu seorang pemimpin memotivasi karyawannya.

Menghormati Karyawan

Seorang pemimpin yang baik bukanlah mereka yang ditakuti, melainkan dihormati. Maka, untuk mendapatkan itu Anda mesti bisa lebih dulu menghormati orang lain. Pemimpin yang baik harus bisa mengapresiasi dan menghargai setiap usaha yang dilakukan karyawan. Bahkan, ia harus bisa menunjukkan apresiasinya dengan ucapan dan tindakan.

Transparan dan Bertanggung Jawab

Biasakan diri untuk melibatkan karyawan pada setiap pengambilan keputusan besar. Jelaskan maksud dan tujuan Anda, serta pertimbangan pada setiap hal yang perlu diputuskan. Terangkan baik dan buruk keputusan serta dampaknya bagi karyawan. Dengan begitu, karyawan tidak akan sibuk dalam kasak-kusuk yang mengakibatkan mereka tidak menyukai Anda. Selain itu, selalu ambil tanggung jawab pada setiap keputusan sehingga Anda bisa menjadi teladan yang baik.

Buat Keputusan Cepat

Larry Ellison, CEO Oracle, memang seorang pebisnis yang mengesankan. Ia bisa membeli banyak sekali perusahaan dalam hitungan minggu. Beberapa sumber mengatakan, tindakan Ellison disebabkan ia terbiasa menyediakan 15 menit dalam memutuskan membeli perusahaan.

Jangan Lupakan Fleksibilitas

Ketegasan dalam memimpin memang diperlukan. Tetapi, ketegasan tanpa fleksibilitas akan berdampak buruk. Yang mesti Anda ingat, setiap orang punya peran dan pengalaman yang berbeda untuk meningkatkan performa perusahaan. Maka, pada waktu-waktu tertentu, cobalah secara rutin menghilangkan sekat antara atasan dan bawahan agar Anda dan tim bisa bicara lebih leluasa. Cobalah dengarkan setiap masukan yang karyawan berikan saat santai. Biasanya, kondisi relaks akan membuat seseorang berani mengatakan ide-ide terbaiknya.

Baca
Kerja Sedikit Namun Hasil Maksimal dengan Prinsip Esensialisme

Setiap orang tentu mengharapkan dapat lebih santai dalam bekerja, tetapi tetap mendapatkan hasil maksimal. Namun, kehidupan di era ini justru para pekerja dituntut semakin multitasking dengan beban kerja yang semakin berat.

Pada dasarnya, setiap orang tidak bisa menjadi ahli dalam semua bidang. Karena memiliki dan mengerjakan terlalu banyak hal justru membuat seseorang tidak bahagia.

Prinsip esensialisme sangat dibutuhkan bagi Anda yang kerja sedikit namun menginginkan hasil maksimal. Prinsip ini memandang bahwa manusia dapat mencapai hidup bermakna dengan mengerjakan lebih sedikit hal.

Mengerjakan sedikit bukanlah bermalas-malasan. Ini adalah perkara prioritas di mana Anda bisa menentukan mana yang harus dikerjakan dan ditinggalkan. Menurut IDTechinAsia, setidaknya ada empat pilar utama pada prinsip esensialisme, yakni kerjakan sedikit tapi dengan lebih baik, pilih sebuah bidang dan jadilah yang terbaik, terus mempertanyakan diri sendiri, dan lakukan segera lakukan perubahan.

Kebanyakan orang terbiasa menuntut dirinya untuk mengerjakan banyak hal. Beban itu justru membuat seseorang kehilangan kontrol atas hidupnya dan merasa tidak berdaya. Kebiasaan seperti ini, pada akhirnya, akan membuat seseorang tidak berani mengambil pilihan baru meskipun pilihan tersebut lebih baik.

Secara tidak sadar, seseorang yang hidupnya selalu di bawah tekanan akan berpikir bahwa menyerah itu mudah, sementara memutuskan sesuatu membutuhkan waktu dan energi.

George McKeown, dalam bukunya Essentialism: The Disciplined Pursuits of Less, mengungkapkan, prinsip utama esensialisme adalah mengerjakan sedikit tetapi lebih baik. Dalam kalimat yang lebih tegas, John Cammack, mengatakan, kunci fokus adalah berani menentukan hal yang tidak kamu kerjakan.

Kembali ke empat pilar utama esensialisme, yang pertama adalah Anda harus menemukan hal yang tidak perlu Anda kerjakan, kemudian kerjakan hal yang Anda pilih dengan sebaik-baiknya. Kedua, daripada mempelajari sesuatu sedikit demi sedikit, jauh lebih baik fokus menjadi yang terhebat di satu bidang. Ketiga, teruslah bertanya pada diri sendiri, apakah yang Anda anggap penting benar-benar penting. Keempat, ketika Anda yakin ada yang mesti Anda buang dalam hidup, jangan ragu melakukan itu.

Setelah berani melakukan empat hal tersebut, Anda juga perlu meluangkan diri beristirahat. Ingat, pada era ini, internet dan ponsel membuat Anda tidak pernah mempunyai waktu luang. Ketika dalam kondisi tidak ada pekerjaan, Anda justru menghabiskannya dengan membuka internet atau melakukan hal yang non-esensial. Padahal, waktu tersebut sangat berharga untuk dimanfaatkan untuk beristirahat.

Baca
Yuk, Lebih Objektif dalam Merekrut Kandidat

Karyawan adalah roda penggerak perusahaan. Tak heran, menurut Harvard Business Review, 80 persen pergantian karyawan disebabkan oleh kesalahan merekrut kandidat (bad hiring).

Bad hiring merupakan kesalahan fatal yang mesti dihindari oleh setiap perusahaan. Tahukah Anda, karyawan yang buruk dapat mengakibatkan peningkatan biaya pelatihan hingga 37 persen.

Objektivitas merekrut kandidat memiliki peranan penting dalam mendapatkan kandidat berkualitas. Tetapi, sayangnya pada proses wawancara, sering kali terjadi bias. Memang, wawancara merupakan proses komunikasi personal, sehingga akan selalu ada unsur subjektif dalam prosesnya. Namun, tentu saja hal tersebut bisa diminimalisir dengan cara berikut.

Kendalikan Mood Anda

Seringkali, mood merupakan masalah utama bias dalam wawancara. Namun, saat Anda tengah dalam posisi sebagai pewawancara, Anda harus bisa mengendalikan sisi emosional Anda. Apabila Anda tengah mengalami hal yang buruk, maka Anda harus mengambil jeda sebentar dan melupakan masalah Anda. Apabila Anda dikendalikan oleh mood, maka kemungkinan besar Anda akan kehilangan karyawan terbaik dan memilih karyawan yang tidak berkualitas.

Lupakan Rasa Kesamaan

Tak jarang Anda mendapati kandidat berlatar satu perguruan tinggi atau satu daerah dengan Anda. Biasanya, rasa kesamaan pun muncul dan obrolan pribadi pun terucap. Namun, jika dalam posisi itu, sebaiknya Anda lupakan obrolan yang bersifat pribadi dalam sesi wawancara. Fokus pada penilaian dan lakukan obrolan pribadi setelah proses wawancara selesai.

Lakukan Wawancara dengan Persiapan yang Matang

Persiapan yang matang tentu akan menghasilkan wawancara berkualitas. Untuk itu, Anda perlu menyiapkan beberapa hal, yakni daftar pertanyaan yang sama bagi setiap kandidat, catat kemampuan apa saja yang dimiliki kandidat, konsultasi dengan karyawan yang berpengalaman dalam posisi itu, serta cocokkan jawaban dengan job desc dan visi misi perusahaan. Selain itu, jangan pernah mengucapkan pertanyaan yang bermaksud menjebak atau mengetes karyawan.

Cobalah Membuat Kandidat Rileks

Terkadang, kondisi yang tegang akan membuat kandidat kehilangan kemampuannya dalam berkomunikasi. Padahal, kemungkinan mereka punya kemampuan yang dibutuhkan perusahaan Anda. Maka, Anda bisa menciptakan kondisi santai bagi kandidat saat proses wawancara. Cobalah untuk menanyakan apakah kandidat butuh ke kamar kecil, butuh air minum atau camilan, sehingga kandidat akan lebih rileks.

 

Baca
Memanfaatkan Smartphone untuk Menunjang Produktivitas Kerja

Saat ini, smartphone tidak bisa lepas dari keseharian masyarakat Indonesia. Menurut data Asiosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), terdapat 132,7 juta pengguna internet di Indonesia pada 2016. Dari jumlah itu, sebanyak 63,1 juta orang mengakses internet melalui smartphone.

Tak dipungkiri, fungsionalitas smartphone dan internet kini sangat beragam. Berbagai fitur dan aplikasi di dalamnya hadir untuk mempermudah kehidupan manusia.

Namun, smartphone juga memberikan dampak negatif. Profesor Russell Johnson, dari Michigan State University, dalam penelitiannya mengatakan, smartphone sebagai ‘mesin insomnia’, khususnya di kalangan pekerja atau pebisnis.

Menurut Russell, dikutip dari Dailysocial, implikasi dampak negatif smartphone adalah berkurangnya stamina tubuh dalam melakukan aktivitas pekerjaan. Bahkan, CareerBuilder mengatakan, benda itu mengurangi jam produktif karyawan. Maka, banyak perusahaan mencoba merumuskan bagaimana memanfaatkan smartphone untuk menunjang produktivitas.

Hasil riset CareerBuilder menyebutkan, smartphone sebagai urutan pertama sebagai pembuang waktu produktif dengan presentase 55 persen. Kemudian, internet sebesar 44 persen, gosip 39 persen, dan merokok 27 persen.

Pada dasarnya, smartphone justru bisa dimanfaatkan sebagai penunjang produktivitas. Semua tergantung bagaimana masing-masing secara cerdas memanfaatkan fitur dan teknologi di dalamnya.

Sebagai Alat Pengembangan Diri

Smartphone merupakan benda kompatibel untuk mengakses informasi positif di internet. Namun, semua tergantung bagaimana penggunanya.

Untuk memaksimalkan smartphone dalam mengakses informasi positif, pengguna bisa mengunduh aplikasi yang sesuai kebutuhannya. Misalnya, memasang aplikasi berita, aplikasi penunjang bisnis, atau jejaring sosial untuk memperluas jaringan.

Sebagai Alat Pengelola Tugas Harian

Dengan fitur pengingat di dalamnya, smartphone adalah alat ideal untuk mengelola tugas harian. Pengguna bisa membuat daftar aktivitas, menjadwalkan rapat, hingga menganalisis pekerjaan. Aplikasi seperti Wunderlist, Reminder, dan sejenisnya, akan membantu pengguna dalam mengelola waktu dan menentukan skala prioritas.

Selain itu, smartphone juga memungkinkan seseorang berhemat waktu dan energi. Bagi pengguna yang bekerja dalam sebuah tim, maka komunikasi bisa dilakukan jarak jauh, baik lewat grup pesan, maupun telepon video.

banner_artikel

Sebagai Alat Memudahkan Pekerjaan

CamScanner merupakan aplikasi pada perangkat Android. Aplikasi tersebut akan memungkinkan pengguna melakukan pemindaian (scanning) dokumen. Pengguna dapat memindai beberapa halaman buku, majalah, kuitansi, tagihan, kartu nama, dan lain sebagainya lewat smartphone.

Keunggulan lain aplikasi ini adalah dapat menggabungkan beberapa dokumen menjadi satu. Bahkan, memungkinkan mengirim faksimile melalui internet.

Kecerdasan smartphone, tentu saja harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh penggunanya. Dengan begitu, benda itu justru tidak akan mengurangi jam produktif melainkan menunjang produktivitas kerja.

Baca
7 Pertanyaan yang dapat Menggali Kecerdasan Emosional Kandidat

Mendapatkan kandidat yang tepat secara cepat tentu menjadi impian setiap perusahaan. Tak dipungkiri, proses wawancara berperan penting untuk menghindari kesalahan merekrut kandidat. Menurut riset CareerBuilder, 21 persen kesalahan merekrut kandidat disebabkan oleh kesalahan melakukan tes dan riset kemampuan kandidat.

Pada tahap wawancara, praktisi HR bisa mengidentifikasi seberapa tepat karyawan bisa berkembang dan berkontribusi dalam memajukan perusahaan. Jawaban saat wawancara dapat menjadi indikasi kecerdasan emosional kandidat.

Mariah DeLeon, Wakil Presiden Glassdoor, menyebutkan, terlepas dari ragam kebutuhan perusahaan, kecerdasan emosional punya peran penting dalam kesuksesan perusahaan.

Menyadari hal tersebut, PortalHR, portal yang khusus membahas seluk-beluk HR, menulis 7 pertanyaan yang dapat menggali kecerdasan emosional kandidat.

Siapa orang yang menginspirasi Anda dan mengapa?

Siapa yang menginspirasi seseorang secara tidak langsung akan menjadi gambaran umum bagaimana dirinya. Paling tidak, nilai-nilai positif sang inspirator akan diterapkan oleh kandidat dalam kesehariannya. Maka, apabila sosok itu terkenal, pewawancara bisa mencari tahu sosok dan nilai-nilai positif yang ia anut. Namun, apabila tidak, pewawancara bisa menggali informasi mengenai sosok tersebut dari kandidat secara mendalam. Selain itu, lewat pertanyaan ini, pewawancara juga bisa melihat bagaimana kandidat dapat menaruh hormat terhadap sesamanya.

banner_artikel

Jika Anda besok  dapat kesempatan membangun perusahaan, sebutkan tiga nilai yang akan Anda terapkan?

Nilai-nilai yang disebutkan kandidat dapat memberikan gambaran tentang apa yang menjadi prioritasnya. Dan, menurut PortalHR, prioritas akan mempengaruhi pandangan kandidat terhadap rekan kerja, serta dapat menjadi gambaran kejujuran dan integritasnya.

Jika prioritas dan tujuan bisnis berubah, bagaimana cara Anda menyampaikan hal tersebut kepada karyawan agar mereka tetap berkomitmen perusahaan?

Perubahan pada sebuah bisnis pasti dan tak dapat dihindari. Maka, perusahaan membutuhkan orang-orang yang fleksibel dan mampu beradaptasi. Lewat pertanyaan ini, Anda dapat melihat komitmen, kemauan, dan motivasi kandidat serta bagaimana ia berempati terhadap orang lain.

Apakah Anda masih menjalin pertemanan dengan rekan kerja terdahulu meskipun sudah berbeda perusahaan?

Mudah bergaul dan beradaptasi dengan orang baru menunjukkan seseorang memiliki kecerdasan emosional. Tetapi, dapat terus berhubungan baik dengan teman lama menunjukkan bagaimana seseorang dapat menghargai sebuah hubungan dan peduli terhadap orang lain.

Apa kemampuan atau keterampilan yang ingin Anda perbaiki?

Kandidat berkualitas menyadari keunggulan serta kekurangannya dan mau terus-menerus melakukan perbaikan. Mereka yang kesulitan menjawab pertanyaan ini mengindikasikan diri mereka sulit berkembang sebab tidak pernah melakukan intropeksi.

Coba jelaskan tentang sebuah program seolah saya tidak tahu apa-apa soal program tersebut?

Menurut PortalHR, lewat pertanyaan ini, pewawancara bisa mendapatkan mengetahui apakah kandidat mau berpikir sebelum bertindak, apakah kandidat memiliki kemampuan teknis untuk menjelaskan sebuah proses secara runut, efektif dan efisien kepada orang lain.

Jelaskan tiga faktor teratas yang berpengaruh positif terhadap kesuksesan Anda?

Lewat pertanyaan ini, pewawancara bisa mengetahui tingkat keegoisan kandidat. Ketika berbicara mengenai kesuksesan, perhatikan apakah seseorang lebih sering menyebut “saya” atau “kami” dan “kita”. Yang perlu diingat, kandidat terbaik adalah mereka yang dapat bekerja sama dalam satu tim.

Baca
Cara Membuat Iklan Lowongan Pekerjaan yang Menarik

Di tengah persaingan yang kompetitif, praktisi HR mesti bersaing dalam mendapatkan kandidat terbaik. Salah satu cara memenangkan persaingan adalah membuat iklan lowongan pekerjaan yang menarik.

Saat ini, banyak perusahaan yang memanfaatkan job portal dalam beriklan. Meskipun ada biaya yang relatif tidak sedikit, namun cara tersebut dinilai cukup efektif untuk meraih banyak kandidat. Tetapi, persoalannya adalah banyak perusahaan yang tidak memanfaatkan secara optimal iklan lowongan pekerjaan mereka.

banner_artikel

Lowongan pekerjaan adalah laman yang merepresentasikan perusahaan kepada kandidat. Lalu, bagaimana cara membuat iklan lowongan pekerjaan yang menarik? Simak tips berikut ini.

Judul yang Jelas

Judul lowongan pekerjaan mesti dibuat sangat jelas, sebab inilah yang mempengaruhi keputusan awal pencari kerja. Selain itu, gunakan istilah umum pada pekerjaan yang dibuka dan jangan menggunakan akronim (singkatan). Anda juga bisa menampilkan level pekerja yang Anda cari, misalkan “senior” atau “junior”. Hal tersebut akan membuat Anda mendapatkan pelamar yang tepat sasaran.

Menjelaskan Mengenai Pekerjaan Secara Rinci

Setelah melihat judul lowongan, biasanya pencari kerja akan melihat detail pekerjaan. Maka, Anda mesti memasukkan perkenalan singkat mengenai deskripsi pekerjaan serta apa yang mesti dilakukan orang pada posisi ini. Namun, buatlah seringkas mungkin dan usahakan maksimal 40 kata.

Selain itu, Anda juga bisa menyelipkan informasi mengenai durasi kontrak yang ditawarkan dan alasan terbaik mengapa kandidat mesti bergabung di perusahaan Anda.

Baca juga: Cara Memberi Penilaian Terhadap Karyawan Tanpa Menjatuhkan Semangatnya

Informasi Mengenai Perusahaan yang Menarik

Informasi mengenai perusahaan tidak boleh disepelekan dalam meningkatkan daya tarik lowongan pekerjaan. Anda mesti memasukkan informasi relevan mengenai perusahaan seperti, misalnya, visi dan misi perusahaan, kesempatan dan fasilitas yang ditawarkan perusahaan, serta posisi perusahaan dalam industri yang jadi fokus bisnisnya.

Jelaskan Mengenai Tanggung Jawab Pekerjaan

Penjelasan mengenai tanggung jawab pekerjaan sangat penting. Tetapi, yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya Anda memasukkan tiga hingga tujuh tanggung jawab utama saja. Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan mengenai target perusahaan yang sejalan dengan tanggung jawab pekerjaan yang Anda iklankan.

Jual Lokasi Perusahaan Anda

Lokasi kantor adalah salah satu daya tarik pencari kerja melamar di perusahaan. Maka, apabila lokasi kantor Anda cukup strategis, sebaiknya Anda menjadikan hal itu sebagai nilai jual. Anda juga bisa menjelaskan informasi mengenai akses transportasi ke sana. Misalnya, stasiun kereta terdekat, halte bus, dan lain-lain.

Tak dipungkiri, semakin banyak kandidat yang melamar akan meningkatkan pula potensi perusahaan mendapat kandidat terbaik. Maka, untuk mendapatkan banyak kandidat, Anda bisa memulai membuat iklan lowongan pekerjaan yang menarik.

Baca
Anda Bisa Melakukan 5 Hal Ini agar Pulang Kantor Tepat Waktu

Setiap orang tentu saja mendambakan work-life balance. Sebuah survei yang dilakukan Deloitte, bahkan menyebutkan, generasi milenial menempatkan work-life balance sebagai pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan.

Pada praktiknya, jam kerja tujuh hingga delapan jam sering kali tidak pernah cukup. Mereka, para pekerja, mesti lembur sehingga mengurangi kualitas kehidupan keluarga serta sosialnya.

Sebenarnya, inti dari pulang kantor tepat waktu adalah manajemen waktu yang baik. Maka, Anda bisa melakukan 5 hal ini agar pulang kantor tepat waktu.

banner_artikel

Membuat ‘To Do List’

Upaya sederhana ini terbukti membuat seseorang dapat mengatur waktunya dengan baik. Tetapi, Marisa Peer, penulis Ultimate Confidence, mengatakan, membuat ‘to do list’, mesti dilakukan dengan strategi jitu.

Menurut Peer, kebanyakan orang membuat ‘to do list’ yang terlalu banyak sehingga justru membuang lebih banyak waktu. Padahal, inti dari kegiatan tersebut adalah menentukan skala prioritas pekerjaan. Ia menyarankan, daftar ‘to do list’ sebaiknya di buat maksimal delapan poin.

Membuat ‘to do list’ akan lebih efektif dilakukan di kertas yang besar sehingga terbaca. Selain itu, jangan lupa memberikan tanda untuk setiap pekerjaan yang berhasil Anda selesaikan.

Coba Aturan 2 Menit

Steve Olenski, seorang entrepreneur terkemuka mengungkapkan, ‘aturan 2 menit’ adalah salah satu rahasia kesuksesannya. Jadi, jika Anda memiliki pekerjaan yang bisa dilakukan selama 2 menit kurang, maka lakukanlah secepatnya. Kebanyakan mereka terkadang menyepelekan pekerjaan ringan tersebut, sehingga mengakibatkan pekerjaan menumpuk dan akhirnya menunda jam pulang.

Baca Juga: Anda Bisa Melakukan 5 Hal Ini agar Pulang Kantor Tepat Waktu

Jangan Lakukan Beberapa Pekerjaan Sekaligus

Saat ini, pekerja semakin dituntut multitasking. Pada awalnya, melakukan banyak hal secara bersamaan memang dianggap sangat efektif dan efisien. Namun, apabila hal itu dilakukan secara terus-menerus, justru akan berdampak negatif.

Para peneliti dari University of Copenhagen, Denmark, membuat penelitian perihal bahaya multitasking. Hasilnya, mereka yang melakukan beberapa hal secara bersamaan justru menyimpan lebih sedikit memori di otaknya. Bahkan, multitasking dianggap bisa menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. Bayangkan, jika hal tersebut terjadi, justru Anda akan semakin lambat dalam bekerja.

Jauh lebih baik Anda fokus pada satu pekerjaan, menyelesaikannya, kemudian berpindah ke pekerjaan lain sebab hasilnya pun akan lebih optimal.

Berbagi Pekerjaan

Sering kali, seseorang lebih senang menyelesaikan seluruh pekerjaannya sendiri. Padahal, fungsi dari bekerja dalam satu tim adalah pekerjaan bisa dilakukan secara bersama-sama. Jika merasa pekerjaan Anda terlalu berat, tidak ada salahnya membagi pekerjaan Anda kepada teman yang memiliki waktu luang.

Beristirahat di Sela Pekerjaan

Mungkin hal ini terdengar aneh. Namun, banyak pihak yang sudah meneliti bahwa beristirahat di sela pekerjaan justru bisa meningkatkan produktivitas. Draugiem Group, sebuah perusahaan social networking, telah membuktikannya. Menurut mereka, 10 persen karyawan dengan produktivitas tinggi justru mengambil istirahat selama 17 menit untuk setiap 52 menit bekerja.

Baca