Saatnya Pelajari Mandarin Sebagai Bahasa Masa Depan

Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang mesti dikuasai pekerja profesional. Namun, jika Anda ingin mengingkatkan kembali kemampuan bahasa Anda, cobalah mempelajari bahasa Mandarin.

Emily Oster, seorang professor dari Brown University, mengatakan, Mandarin adalah bahasa masa depan dunia.

“Mandarin adalah bahasa ibu dari 14% penduduk dunia, dan sebagian dari mereka tidak bisa berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Mandarin adalah bahasa yang digunakan lebih 1 miliyar orang. Selain itu, negara Tiongkok juga diprediksi akan menjadi negara superpower dalam perekonomian pada 2020.

Berbahasa Mandarin juga dapat meningkatkan nilai jual seorang pekerja di mata perusahaan. Berdasarkan hasil riset, rasio perusahaan yang menginginkan pekerja berbahasa Mandarin meningkat hingga 35 persen.

Robert DeKeyser, seorang profesor bidang bahasa kedua, mengatakan, seorang dewasa tidak bisa belajar bahasa kedua layaknya anak-anak.

“Anak-anak bisa memahami garis besar bahasa tanpa perlu mengetahui aturannya. Sebaliknya, orang dewasa mesti belajar aturannya terlebih dahulu sebelum mempelajari seluruh bahasa,” ungkapnya.

Melansir PortalHR.com, rupanya perusahaan di China tidak mensyaratkan karyawannya bisa berbahasa Mandarin dengan lancar. Beberapa perusahaan China justru mencari karyawan yang memiliki ragam pendidikan dan pengalaman. Dan, akan menjadi nilai plus jika memiliki pengalaman di perusahaan multinasional.

Baca
Inilah Ragam Pilhan Jenis Kopi untuk Ragam Profesi

Kopi sudah menjadi kebutuhan keseharian para pekerja. Tak hanya untuk mengusir kantuk, kopi juga bisa menunjang produktivitas seseorang.

CareerBuilder bersama Harris Interactive pernah mengadakan survei perihal kebiasaan minum kopi para pekerja. Survei tersebut dilakukan terhadap 4.721 pekerja di Amerika dan kemudian dituangkan dalam bentuk infografis.

Berdasarkan survei, kopi tidak hanya dapat membantu seseorang terjaga, tetapi juga memberikan kesempatan lebih mudah bersosialisasi dan mendapatkan perhatian klien.

Menariknya, sebanyak 16 persen responden mengatakan paling membutuhkan kopi pada hari Senin. Dan, sebanyak 32 persen mengatakan membutuhkan kopi untuk melewatkan hari kerja.

Dari hasil riset juga diketahui, sebanyak 28 persen pekerja mengkonsumsi lebih 3 cangkir kopi per hari. Sedangkan 61 persen mengkonsumsi lebih 2 cangkir kopi per hari.

Jenis kopi yang dipilih pun berbeda pada setiap profesi. Rupanya, kopi hitam lebih disukai para pekerja hotel, pengacara, dan mereka yang bekerja di pengadilan. Sementara praktisi HR lebih menyukai kopi dengan susu. Lalu, kopi hitam dengan rasa lebih disukai penulis, pekerja pemerintahan, dan guru.

Beragam profesi pun berpendapat bahwa mereka menjadi kurang produktif tanpa kopi. Mereka adalah peneliti, marketing dan PR, administrasi pendidikan, penyunting dan penulis, psikolog, profesor, praktisi HR, pekerja sosial, dan perawat.

Lalu, apa yang mereka dapatkan dari kopi?

Ternyata, 20 persen membutuhkan kopi untuk bersosialisasi, 12 persen untuk bisa lebih fokus bekerja, 10 persen untuk memberikan tambahan energy ketika presentasi, 5 persen untuk lebih disukai klien, dan 3 persen untuk membantu memompa performa mereka ketika wawancara kerja.

Baca
Prokrastinasi VS Prekrastinasi

Prokrastinasi merupakan istilah populer bagi mereka yang suka menunda pekerjaan. Istilah ini merupakan serapan dari bahasa latin “pro” yang artinya maju, dan “crastinus” yang artinya besok.

Berbeda dengan prokrastinasi, prekrastinasi adalah pola kerja yang dilakukan di awal. Mereka, prektastinator, tidak menyukai bekerja dengan sistem kebut semalam.

Namun, jangan terburu-buru melihat bahwa prekrastinasi jauh lebih baik dari prokrastinasi. Sebab nyatanya, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Adam Grant, penulis artikel “Why I Taught Myself to Procrastinate”, justru memiliki kebiasaan untuk menunda mengerjakan tulisannya. Tiga minggu kemudian, ia baru melanjutkannya kembali.

Ternyata, dalam penulisan, jeda waktu yang diberikan Grant justru memberinya sudut pandang dan nuansa baru. Jadi, dalam hal ini prokrastinasi membantunya menghasilkan ide lebih cemerlang.

Prekrastinasi tidak selalu membawa dampak baik. Salah satu murid Grant, Jihae Shin, seorang professor di University of Wisconsin, meminta partisipan untuk menciptakan ide bisnis.

Beberapa partisipan langsung menuliskan ide bisnis mereka, sedangkan beberapa lagi justru memilih bermain game.

Hasilnya mengejutkan. Mereka yang lebih dulu bermain game justru memiliki ide bisnis yang lebih kreatif 28 persen.

Pada dasarnya, menunda atau langsung mengerjakan pekerjaan tergantung masing-masing individu. Prokrastinasi baik dilakukan, asalkan tidak membuat pekerjaan menjadi terburu-buru dan tidak teliti.

Baca
Saatnya Ubah Mekanisme Rapat Menjadi Lebih Produktif

Memanfaatkan waktu kerja sebaik-baiknya adalah kunci kerja produktif. Namun, sering kali kita mesti terjebak pada rapat yang menghabiskan banyak waktu.

Tak dipungkiri, rapat sangat diperlukan untuk kebutuhan koordinasi. Hanya saja, rapat yang tidak terorganisir justru memotong banyak jam kerja, mengganggu jadwal kegiatan, bahkan mengganggu konsentrasi kerja.

Permasalahan lain adalah setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda. Bayangkan, jika rapat justru banyak memotong jam produktif tersebut, maka target yang ditetapkan karyawan justru tidak tercapai.

Halaman IDTechinAsia membahas bagaimana tips agar rapat bisa jauh lebih produktif sebagai berikut:

Hadir Tepat Waktu

Yang perlu diingat saat rapat adalah adanya persiapan sebelum rapat. Maka, selalu tanamkan untuk hadir rapat tepat waktu. Misalnya rapat dimulai pukul 12.00 WIB, maka sebaiknya pastikan peserta hadir minimal 10 menit sebelumnya. Jika memungkinkan segala persiapan teknis disiapkan oleh penanggung jawab rapat sebelumnya. Misalnya, pemasangan proyektor dan lain lain.

Buat Undangan Rapat Secara Proporsional

Sering kali, dalam rapat banyak anggota yang cuma menjadi peserta pasif semata. Padahal, jauh lebih baik bagi mereka untuk fokus bekerja. Untuk itu, perlu adanya mekanisme yang lebih selektif dalam mengundang rapat.

Sebelum rapat, penggagas rapat bisa membagikan undangan kepada calon peserta yang dirasa perlu hadir. Namun, buat opsi bagi mereka untuk tidak menghadiri rapat. Dengan catatan, mereka memang benar-benar tidak perlu hadir.

Selain itu, buatlah mekanisme izin keluar di tengah rapat. Misalnya, divisi A hanya dibutuhkan hadir dalam 30 menit rapat di awal, maka mereka berhak keluar rapat setelah waktu tersebut.

Cobalah Rapat Secara Online

Teknologi diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia. Tak terkecuali dalam urusan pekerjaan. Maka, mulailah untuk menjadwalkan rapat secara online apabila hal tersebut tidak memerlukan tatap muka. Manfaatkan platform seperti Google Docs, screen sharing, atau lain-lain.

Buatlah Rapat Tidak Membosankan

Inti lain dari penyelenggaraan rapat adalah peningkatan motivasi dan produktivitas. Maka, untuk menghindari rapat menjadi kewajiban kehadiran semata, buatlah sistem kepanitiaan. Jadikan rapat dinamis dengan mekanisme moderator, kesekretariatan, dan lain-lain. Ubah suasana rapat menjadi dinamis dan menyenangkan.

Baca
Aktivitas Pagi dan Malam Ini akan Meningkatkan Produktivitas Anda

Pagi hari sangat mempengaruhi produktivitas seseorang sepanjang hari. Aktivitas yang Anda lakukan pada pagi hari, ternyata sangat berpengaruh terhadap mood Anda sepanjang hari.

Pada dasarnya, setiap orang yang mencintai pekerjaannya pun pernah mengalami rasa malas untuk berangkat kerja. Maka, untuk menjaga konsitensi semangat bekerja, Anda harus bisa mengatur aktivitas pagi hari Anda.

Laman IDTechinAsia membahas aktivitas apa saja yang bisa dilakukan seseorang untuk menjaga produktivitasnya. Aktivitas itu meliputi waktu sebelum tidur, setelah bangun tidur, hingga persiapan bekerja.

Perbaiki Kebiasaan Tidur

Menurut studi dari National Sleep Foundation, durasi tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah tuju hingga Sembilan jam per hari. Namun, sebaliknya tidur lebih dari itu justru akan merusak mood seseorang.

Studi tersebut lebih jauh menjelaskan, kurang jam tidur yang dialami seseorang justru akan membuatnya mengantuk, hilang konsentrasi, dan keduanya berdampak pada penurunan produktivitas.

Persiapkan Hari Esok Sejak Malam Hari

Jika Anda kesulitan tidur, jauh lebih baik Anda memanfaatkan waktu dengan mempersiapkan esok hari. Misalnya, mempersiapkan pakaian yang hendak Anda kenakan, atau kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Selain dapat membuat Anda lebih relaks, persiapan matang, misalnya, dalam hal pakaian akan membuat Anda bersemangat dan lebih percaya diri.

Rapikan Tempat Tinggalmu

Tak dipungkiri, melihat lingkungan yang rapi dan teratur akan membuat kita merasa nyaman. Selain nyaman, tentu saja rumah rapi akan berpengaruh pada kesehatan Anda. Maka, jika Anda memiliki waktu senggang, cobalah rapikan letak benda-benda di sekitar Anda.

Bayangkan Hari Esok yang Produktif dan Evaluasi Hari Ini

Produktif atau tidaknya seseorang dapat diukur melalui evaluasi. Maka, mulailah mengevaluasi diri Anda. Ingat berapa pekerjaan yang telah Anda selesaikan, aktivitas apa Anda lakukan, dan pencapaikan kecil apa yang berhasil Anda dapatkan. Setelah itu, bayangkan hari esok yang lebih baik dengan target peningkatan dari hari kemarin.

Baca
Sibuk VS Produktif

Orang yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik bisa dikatakan sebagai orang yang produktif. Namun, sering kali kita beranggapan mereka yang terus mengangkat telepon, membalas banyak email, dan kerja tanpa henti sebagai orang produktif.

Ternyata, sibuk bekerja bukanlah indikator utama produktivitas. Morgan Spurlock, pembuat film, presiden sekaligus pendiri Warrior Poets Entertainment, dalam tulisannya di LinkedIn mengatakan, “Saya tidak tahu kapan ini terjadi. Tapi, saat ini kita yakin menjadi sibuk adalah hal baik bagi kita.”

Bagi Spurlock dan timnya, tidak ada istilah ‘sibuk’. Ia justru mengganti kata sibuk dengan produktif. Ia menambahkan, perbedaan antara sibuk dan produktif pada dasarnya sangat terasa.

Ia bertutur, sibuk dapat digambarkan dengan orang-orang yang kewalahan mengerjakan banyak hal atau tidak punya waktu mengerjakan hal lain. Sementara produktif, lanjutnya, menggambarkan lingkungan yang penuh tujuan, baik pribadi dan profesional, dan berorientasi kepada hasil.

Ia mengibaratkan, orang produktif adalah mereka yang lebih fokus menghasilkan sesuatu daripada mengerjakan sesuatu.

Pada dasarnya, untuk menjadi produktif bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa metode dalam bekerja. Yang pertama adalah membuat skala prioritas dalam pekerjaan.

Coba bandingkan. Seorang yang punya target menyelesaikan tiga pekerjaan dan seorang yang ingin mengerjakan banyak hal.

Mereka yang sudah menentukan prioritas akan fokus menyelesaikan tanggung jawab utamanya. Sedangkan mereka yang tidak, justru akan melompat-lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dengan hasil tidak menyelesaikan apa pun.

Pembagian prioritas ini akan menjadikan seseorang justru bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Misalnya, 3 prioritas itu selesai pada siang hari, sisa waktu justru bisa dimanfaatkan mengerjakan 2 pekerjaan tambahan.

Kedua adalah fokus pada satu pekerjaan saja. Jadi, jika Anda merasa hebat ketika menjadi multitasking, bisa jadi Anda justru adalah pekerja yang buruk.

Menurut penelitian, seseorang yang terus dibombardir dengan banyak pekerjaan justru akan sulit memusatkan perhatian, mengingat informasi, dan bahkan, menurut riset University of London, mengalami penurunan IQ.

Ketiga adalah strategi dalam mengambil keputusan. Jadi, orang produktif akan mengatakan “ya” dengan penuh pertimbangan. Sedangkan orang sibuk akan mengatakan “ya” pada semua hal.

Bagi orang produktif, kata “ya” adalah kata keramat. Mereka akan mempertimbangkan dampak serta potensi tanggung jawab yang justru membantu mereka mencapai tujuan utama.

Jadi, apabila Anda dihadapkan pada suatu tugas, cobalah minta rincian yang lebih detail mengenai tenggat waktu, tingkat kesulitan, dan risiko dari tanggung jawab tersebut.

Baca
Lakukan Ini agar Bisa Lebih Cepat Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Tahun baru biasanya selalu diikuti dengan resolusi baru. Salah satunya, mungkin pencapaian baru. Hal itu, terkadang mendorong kita untuk mencari pekerjaan baru sebagai betuk peningkatan karier.

Terkadang, pekerjaan baru membawa dua hal sekaligus, yakni kesenangan dan tantangan. Lingkungan yang berbeda tentu menuntut kita untuk bisa beradaptasi secara cepat. Sebab bila tidak, performa kita tidak akan terlihat pada masa percobaan sebelum pengangkatan sebagai karyawan tetap.

Adaptasi merupakan kuncinya. Jika Anda, saat ini, tengah berada pada perusahaan baru, Anda bisa melakukan tips berikut untuk mempercepat proses adaptasi seperti ditulis IDTechinAsia berikut.

Membagi Pekerjaan

Pasti akan ada pekerjaan yang asing di tempat baru, dan terkadang itu membuat Anda kesulitan. Maka, untuk menyelesaikan persoalan itu Anda perlu membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui memulai pekerjaan dari bagian mana.

Setelah itu, Anda bisa memberi ukuran pekerjaan dari yang tersulit hingga termudah. Pisahkan juga bagian paling penting dan paling tidak penting. Setelah itu, mulai selesaikan dengan pendekatan yang paling mudah Anda lakukan.

Mencatat di Daftar Pekerjaan

Terkadang, dalam menyelesaikan suatu pekerjaan kita bisa menghabiskan banyak waktu. Hal itu membuat pekerjaan lain terlupakan sehingga semakin menumpuk. Padahal, sebenarnya pekerjaan tersebut tidak perlu dikerjaan dengan waktu yang lama.

Penyebab hal itu, salah satunya adalah lantaran Anda tidak membuat daftar pekerjaan. Dengan membuat daftar pekerjaan, Anda tahu berapa banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan dalam satu hari. Pastikan juga Anda menambahkan target waktu pengerjaan dalam setiap daftar.

Pelajari Sesuatu Secara Bertahap

Pekerjaan baru terkadang menuntut Anda memiliki keahlian baru. Sering kali, itu membuat Anda memaksakan diri untuk belajar secara cepat. Padahal, metode terbaik untuk mempelajari hal baru adalah lakukan secara bertahap.

Menurut Benedict Carey, penulis buku How We Learn: The Surprising Truth About When, Where, and Why It Happens, kamu bisa menyiram halaman sekali seminggu selama 90 menit, atau tiga kali seminggu selama 30 menit. Ternyata, cara kedua justru bisa membuat halamanmu lebih subur.

Fokus pada 20 Persen yang Terpenting

Tahukah Anda, 20 persen hal terpenting akan sangat mempengaruhi 80 pesen sisanya. Maka, penting bagi Anda menentukan 20 persen terpenting sehingga bisa diimplementasikan untuk menyelesaikan persoalan. Ibaratnya, untuk menguasai gitar Anda tidak hanya perlu mempelajari akor. Tetapi, dengan mempelajari akor, Anda sudah bisa memainkan banyak lagu.

Learning by Teaching

Metode learning by teaching dicetuskan oleh Jean-Pol Martin, seorang ilmuwan asal Perancis. Ia percaya, dengan mengajarkan kepada orang lain Anda akan dapat lebih mudah mempelajari ilmu baru. Sebagai tambahan, Anda juga akan mendapatkan rasa percaya diri Anda meningkat.

 

Baca
Lakukan Ini untuk Meyakinkan Perusahaan Anda Siap Menjadi Manager

Anda tentu saja ingin mengalami peningkatkan karier dalam pekerjaan. Apalagi, jika selama ini Anda telah melalui pengalaman yang panjang dan penuh kerja keras. Hanya saja, terkadang keberuntungan belum berpihak kepada Anda, sehingga karier Anda belum mengalami peningkatan.

Ketika Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya Anda tidak pasrah menerima keadaan. Anda harus berusaha memperbaiki karier Anda dari seorang eksekutor menjadi seorang yang terlibat pada jabatan manajerial. Menurut laman The Muse, setidaknya ada upaya-upaya yang bisa Anda lakukan untuk meyakinkan perusahaan bahwa Anda siap menjadi manajer sebagai berikut.

Tunjukkan Pengalaman

Tugas seorang manajer bukan sekadar mengatur staf di bawahnya. Lebih dari itu, seorang manajer harus bisa memimpin, memberikan pelatihan, membuat presentasi, mengembangkan kebijakan atau proses kerja, mewawancara dan merekrut karyawan, membuat jadwal, dan memantau proyek hingga selesai dengan baik.

Jika selama bekerja Anda sudah melakukan beberapa hal tersebut, maka pada dasarnya Anda sudah siap menjadi manajer. Jadi, Anda bisa menjual pengalaman tersebut kepada perusahaan, baik secara verbal maupun dalam curriculum vitae Anda.

Tunjukkan Keahlian Teknis

Seorang yang siap menjadi manajer pasti memiliki keahlian dalam bidang yang ia tekuni. Ia juga mesti memiliki pemahaman perihal pekerjaan, departemen, serta bagaimana mengorganisir tim untuk mencapai target.

Maka, penting bagi Anda untuk memahami semua hal tersebut, sehingga langkah Anda menjadi manajer terbuka. Pastikan Anda juga menuliskannya di profil LinkedIn Anda, dan buatlah daftar keahlian yang Anda miliki. Jangan lupa untuk menjelaskan ragam industri yang pernah Anda geluti sebagai penambah daya tarik.

Berinvestasi pada Pendidikan

Jika Anda merasa belum siap menjadi manajer, alternatif yang bisa Anda pilih adalah mengambil pendidikan manajemen atau sertifikasi. Selain melalui bangku kuliah, Anda juga bisa mengambil pelatihan atau materi-materi yang berada di internet.

Paling tidak, melihat betapa aktif Anda dalam berusaha, maka perusahaan akan memberikan Anda nilai plus sebagai seorang yang mau belajar.

Jelaskan Jika Anda Sudah Siap

Ketika Anda diwawancara perusahaan atau ketika mengajukan diri ke atasan, pasti Anda akan ditanya mengapa ingin melangkah ke jabatan manajerial. Maka, sebaiknya Anda sejak jauh hari, bertanya pada diri sendiri, hal apa yang membuat Anda terdorong ke sana. Jelaskan secara meyakinkan sehingga perusahaan tak ragu pada keinginan Anda.

Baca
Menjadi Pemimpin yang Bisa Menjadi Sumber Motivasi Karyawan

Kesuksesan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan. Maka, penting untuk membangun sebuah tim yang solid dan produktif. Tak heran, banyak perusahaan yang berkembang bergerak di bawah kepemimpinan yang baik.

Menurut IDTechinAsia, seorang manajer dan pemimpin memiliki perbedaan. Manajer hanya bertugas memastikan bahwa perusahaan berjalan lancar, sementara pemimpin memiliki tanggung jawab lebih dari itu. Pemimpin adalah orang yang membantu perusahaan berkembang dengan cara memotivasi karyawannya.

Menjadi pemimpin yang baik, tentu saja bukan hal mudah. Beragam karakter dan kemampuan karyawan, menuntut seorang pemimpin harus bisa beradaptasi dan mendorong perubahan. Dan, untuk melakukan hal itu, tentu seorang pemimpin harus bisa memotivasi dan menginspirasi. Setidaknya, bebarapa hal berikut bisa membantu seorang pemimpin memotivasi karyawannya.

Menghormati Karyawan

Seorang pemimpin yang baik bukanlah mereka yang ditakuti, melainkan dihormati. Maka, untuk mendapatkan itu Anda mesti bisa lebih dulu menghormati orang lain. Pemimpin yang baik harus bisa mengapresiasi dan menghargai setiap usaha yang dilakukan karyawan. Bahkan, ia harus bisa menunjukkan apresiasinya dengan ucapan dan tindakan.

Transparan dan Bertanggung Jawab

Biasakan diri untuk melibatkan karyawan pada setiap pengambilan keputusan besar. Jelaskan maksud dan tujuan Anda, serta pertimbangan pada setiap hal yang perlu diputuskan. Terangkan baik dan buruk keputusan serta dampaknya bagi karyawan. Dengan begitu, karyawan tidak akan sibuk dalam kasak-kusuk yang mengakibatkan mereka tidak menyukai Anda. Selain itu, selalu ambil tanggung jawab pada setiap keputusan sehingga Anda bisa menjadi teladan yang baik.

Buat Keputusan Cepat

Larry Ellison, CEO Oracle, memang seorang pebisnis yang mengesankan. Ia bisa membeli banyak sekali perusahaan dalam hitungan minggu. Beberapa sumber mengatakan, tindakan Ellison disebabkan ia terbiasa menyediakan 15 menit dalam memutuskan membeli perusahaan.

Jangan Lupakan Fleksibilitas

Ketegasan dalam memimpin memang diperlukan. Tetapi, ketegasan tanpa fleksibilitas akan berdampak buruk. Yang mesti Anda ingat, setiap orang punya peran dan pengalaman yang berbeda untuk meningkatkan performa perusahaan. Maka, pada waktu-waktu tertentu, cobalah secara rutin menghilangkan sekat antara atasan dan bawahan agar Anda dan tim bisa bicara lebih leluasa. Cobalah dengarkan setiap masukan yang karyawan berikan saat santai. Biasanya, kondisi relaks akan membuat seseorang berani mengatakan ide-ide terbaiknya.

Baca