SAATNYA TERKONEKSI DENGAN BISNIS MASA DEPAN

Selamat datang di Conexus Solusi. Kami akan membantu Anda menjalankan bisnis secara efektif dan efisien melalui digital platform solution berbasis cloud.

. Telusuri

conexus/’conex-us/

Anda, bisnis Anda, dan kami, akan selalu terkoneksi dalam solusi yang melibatkan gagasan, kreativitas, keinginan, harapan, dan impian untuk menciptakan masa depan bisnis terbaik sejak hari ini. Kita akan selalu terkoneksi, sebab kami Conexus Solusi.
. Telusuri
MENGAPA CONEXUS

BERPENGALAMAN

Anda akan bekerja sama dengan tim yang memiliki pengalaman beragam, semangat berinovasi, berkompetensi, serta berdedikasi dalam menciptakan solusi terbaik bagi kebutuhan Anda

KONSULTAN TERPERCAYA

Kami menggunakan teknologi berbasis web dengan teknologi PHP, Angular JS, MySQL dan sistem keamanan di layer aplikasi. Dengan SSL (HTTPS) certificate, produk kami menjamin keamanan dan kerahasiaan data ketika melakukan transaksi.

CLOUD SERVICE BASED

Sebagai anak perusahaan Datacomm, Cloud Service kami didukung oleh pusat data, pusat operasi jaringan, dan sistem keamanan kelas dunia, serta bersertifikasi ISO 27001:2013 untuk manajemen informasi keamanan.

METODE KERJA
PRODUK
Logo Digius

Digius adalah digital genius tes platform yang dapat membantu segala kebutuhan tes Anda secara efektif dan efisien.

Telusuri

KANTOR PUSAT

Grha Datacomm
Jalan Kapten Tendean, No. 18 A
Jakarta 12790
+6221 2997 9797

DEVELOPMENT CENTER

Jalan Mampang XI, No. 62
Jakarta 12790
+6221 2279 3320
E. hrd@conexus.co.id
E. info@conexus.co.id

HUBUNGI KAMI

BLOG

Saatnya Ubah Mekanisme Rapat Menjadi Lebih Produktif

Memanfaatkan waktu kerja sebaik-baiknya adalah kunci kerja produktif. Namun, sering kali kita mesti terjebak pada rapat yang menghabiskan banyak waktu.

Tak dipungkiri, rapat sangat diperlukan untuk kebutuhan koordinasi. Hanya saja, rapat yang tidak terorganisir justru memotong banyak jam kerja, mengganggu jadwal kegiatan, bahkan mengganggu konsentrasi kerja.

Permasalahan lain adalah setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda. Bayangkan, jika rapat justru banyak memotong jam produktif tersebut, maka target yang ditetapkan karyawan justru tidak tercapai.

Halaman IDTechinAsia membahas bagaimana tips agar rapat bisa jauh lebih produktif sebagai berikut:

Hadir Tepat Waktu

Yang perlu diingat saat rapat adalah adanya persiapan sebelum rapat. Maka, selalu tanamkan untuk hadir rapat tepat waktu. Misalnya rapat dimulai pukul 12.00 WIB, maka sebaiknya pastikan peserta hadir minimal 10 menit sebelumnya. Jika memungkinkan segala persiapan teknis disiapkan oleh penanggung jawab rapat sebelumnya. Misalnya, pemasangan proyektor dan lain lain.

Buat Undangan Rapat Secara Proporsional

Sering kali, dalam rapat banyak anggota yang cuma menjadi peserta pasif semata. Padahal, jauh lebih baik bagi mereka untuk fokus bekerja. Untuk itu, perlu adanya mekanisme yang lebih selektif dalam mengundang rapat.

Sebelum rapat, penggagas rapat bisa membagikan undangan kepada calon peserta yang dirasa perlu hadir. Namun, buat opsi bagi mereka untuk tidak menghadiri rapat. Dengan catatan, mereka memang benar-benar tidak perlu hadir.

Selain itu, buatlah mekanisme izin keluar di tengah rapat. Misalnya, divisi A hanya dibutuhkan hadir dalam 30 menit rapat di awal, maka mereka berhak keluar rapat setelah waktu tersebut.

Cobalah Rapat Secara Online

Teknologi diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia. Tak terkecuali dalam urusan pekerjaan. Maka, mulailah untuk menjadwalkan rapat secara online apabila hal tersebut tidak memerlukan tatap muka. Manfaatkan platform seperti Google Docs, screen sharing, atau lain-lain.

Buatlah Rapat Tidak Membosankan

Inti lain dari penyelenggaraan rapat adalah peningkatan motivasi dan produktivitas. Maka, untuk menghindari rapat menjadi kewajiban kehadiran semata, buatlah sistem kepanitiaan. Jadikan rapat dinamis dengan mekanisme moderator, kesekretariatan, dan lain-lain. Ubah suasana rapat menjadi dinamis dan menyenangkan.

Baca

Aktivitas Pagi dan Malam Ini akan Meningkatkan Produktivitas Anda

Pagi hari sangat mempengaruhi produktivitas seseorang sepanjang hari. Aktivitas yang Anda lakukan pada pagi hari, ternyata sangat berpengaruh terhadap mood Anda sepanjang hari.

Pada dasarnya, setiap orang yang mencintai pekerjaannya pun pernah mengalami rasa malas untuk berangkat kerja. Maka, untuk menjaga konsitensi semangat bekerja, Anda harus bisa mengatur aktivitas pagi hari Anda.

Laman IDTechinAsia membahas aktivitas apa saja yang bisa dilakukan seseorang untuk menjaga produktivitasnya. Aktivitas itu meliputi waktu sebelum tidur, setelah bangun tidur, hingga persiapan bekerja.

Perbaiki Kebiasaan Tidur

Menurut studi dari National Sleep Foundation, durasi tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah tuju hingga Sembilan jam per hari. Namun, sebaliknya tidur lebih dari itu justru akan merusak mood seseorang.

Studi tersebut lebih jauh menjelaskan, kurang jam tidur yang dialami seseorang justru akan membuatnya mengantuk, hilang konsentrasi, dan keduanya berdampak pada penurunan produktivitas.

Persiapkan Hari Esok Sejak Malam Hari

Jika Anda kesulitan tidur, jauh lebih baik Anda memanfaatkan waktu dengan mempersiapkan esok hari. Misalnya, mempersiapkan pakaian yang hendak Anda kenakan, atau kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Selain dapat membuat Anda lebih relaks, persiapan matang, misalnya, dalam hal pakaian akan membuat Anda bersemangat dan lebih percaya diri.

Rapikan Tempat Tinggalmu

Tak dipungkiri, melihat lingkungan yang rapi dan teratur akan membuat kita merasa nyaman. Selain nyaman, tentu saja rumah rapi akan berpengaruh pada kesehatan Anda. Maka, jika Anda memiliki waktu senggang, cobalah rapikan letak benda-benda di sekitar Anda.

Bayangkan Hari Esok yang Produktif dan Evaluasi Hari Ini

Produktif atau tidaknya seseorang dapat diukur melalui evaluasi. Maka, mulailah mengevaluasi diri Anda. Ingat berapa pekerjaan yang telah Anda selesaikan, aktivitas apa Anda lakukan, dan pencapaikan kecil apa yang berhasil Anda dapatkan. Setelah itu, bayangkan hari esok yang lebih baik dengan target peningkatan dari hari kemarin.

Baca

Sibuk VS Produktif

Orang yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik bisa dikatakan sebagai orang yang produktif. Namun, sering kali kita beranggapan mereka yang terus mengangkat telepon, membalas banyak email, dan kerja tanpa henti sebagai orang produktif.

Ternyata, sibuk bekerja bukanlah indikator utama produktivitas. Morgan Spurlock, pembuat film, presiden sekaligus pendiri Warrior Poets Entertainment, dalam tulisannya di LinkedIn mengatakan, “Saya tidak tahu kapan ini terjadi. Tapi, saat ini kita yakin menjadi sibuk adalah hal baik bagi kita.”

Bagi Spurlock dan timnya, tidak ada istilah ‘sibuk’. Ia justru mengganti kata sibuk dengan produktif. Ia menambahkan, perbedaan antara sibuk dan produktif pada dasarnya sangat terasa.

Ia bertutur, sibuk dapat digambarkan dengan orang-orang yang kewalahan mengerjakan banyak hal atau tidak punya waktu mengerjakan hal lain. Sementara produktif, lanjutnya, menggambarkan lingkungan yang penuh tujuan, baik pribadi dan profesional, dan berorientasi kepada hasil.

Ia mengibaratkan, orang produktif adalah mereka yang lebih fokus menghasilkan sesuatu daripada mengerjakan sesuatu.

Pada dasarnya, untuk menjadi produktif bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa metode dalam bekerja. Yang pertama adalah membuat skala prioritas dalam pekerjaan.

Coba bandingkan. Seorang yang punya target menyelesaikan tiga pekerjaan dan seorang yang ingin mengerjakan banyak hal.

Mereka yang sudah menentukan prioritas akan fokus menyelesaikan tanggung jawab utamanya. Sedangkan mereka yang tidak, justru akan melompat-lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dengan hasil tidak menyelesaikan apa pun.

Pembagian prioritas ini akan menjadikan seseorang justru bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Misalnya, 3 prioritas itu selesai pada siang hari, sisa waktu justru bisa dimanfaatkan mengerjakan 2 pekerjaan tambahan.

Kedua adalah fokus pada satu pekerjaan saja. Jadi, jika Anda merasa hebat ketika menjadi multitasking, bisa jadi Anda justru adalah pekerja yang buruk.

Menurut penelitian, seseorang yang terus dibombardir dengan banyak pekerjaan justru akan sulit memusatkan perhatian, mengingat informasi, dan bahkan, menurut riset University of London, mengalami penurunan IQ.

Ketiga adalah strategi dalam mengambil keputusan. Jadi, orang produktif akan mengatakan “ya” dengan penuh pertimbangan. Sedangkan orang sibuk akan mengatakan “ya” pada semua hal.

Bagi orang produktif, kata “ya” adalah kata keramat. Mereka akan mempertimbangkan dampak serta potensi tanggung jawab yang justru membantu mereka mencapai tujuan utama.

Jadi, apabila Anda dihadapkan pada suatu tugas, cobalah minta rincian yang lebih detail mengenai tenggat waktu, tingkat kesulitan, dan risiko dari tanggung jawab tersebut.

Baca